Category Archives: Islam

Islam always take in our life. So , Make Islam is your lifestyle/

Memulai dan Belajar Istiqomah

Selamat malam para pembaca yang budiman,

Sebelumnya saya ingin memulai kebiasaan baru lagi yang yaitu Nge-Blog. Sejujurnya blog ini sudah lama didirikan (Asseekk), namun tidak banyak postingan yang berkualitas dan berkelanjutan dari blog yang saya dirikan sendiri ini.

Awalnya niat untuk mendirikan blog ini adalah belajar menjadi penulis. Wow, Kenapa Penulis? Setelah melalui petualangan yang cukup panjang dari membaca buku , artikel sampai apapun yang bisa dibaca, mendengar dari mendengar cerita para dosen dan Guru inspiratif, orang-orang sukses (efek dari rajin ikutan seminar), berbagi cerita dengan kawan-kawan sejawat yang enak diajak diskusi dan berbagi mimpi. Saya mendapat kesimpulan bahwa Kemampuan Menulis memang sangat dibutuhkan.

Beranjak dari sana , saya memulai pertualangan dengan banyak membaca tulisan baik blog, buku, artikel, makalah, dan berbagai bentuk tulisan lainnya. Berharap dengan banyak membaca hal yang baru dapat menumbuhkan Kemampuan Menulis saya.

Setelah membaca , saya menemukan hal yang lebih mulai dari ilmu baru, inspirasi, motivasi, komunitas, dan info-info terbarukan. Berharap dengan menulis bisa berbagi banyak hal seperti yang saya dapatkan saat membaca tulisan orang lain.

Belajar istiqomah bukan hal yang mudah. Dalam sebuah riwayat , saat kita melakukan suatu kebaikkan dalam keistiqomahan maka apabila kita berhalangan sekali dalam melakukannya karena suatu hal yang urgen maka amalan kita akan tetap mengalir akibat keistiqomahan dalam kebaikan tersebut.

keep-calm-and-istiqomah

sumber : http://www.google.com

Perlu pembiasaan ekstra dalam belajar istiqomah sampai menulis menjadi suatu Kebiasaan.

Maaf, tulisan pemula dalam menulis postingan ini sangat kaku. Maklum masih belajar dan terus belajar. Karna belajar adalah proses pembiasaan diri terhadap hal yang baru, sebelum sampai ke level kebiasaan.

Yudi Pratama

08 Agustus 2015

Jagalah Cinta Sampai Saat Yang Ditentukan

Ngomong-ngomong tentang cinta memang tidak ada habisnya. Kata cinta bagaikan satu kata yang melekat dalam kehidupan manusia. Mungkin satu kata ini tidak asing lagi ditelinga setiap orang baik anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang yang sudah tua.

Tapi tunggu dulu, Kata yang satu ini bukan kata main-main. Banyak orang bisa berubah begitu cepat dengan satu kata ini. Namun, banyak juga orang yang belum menyadari apa itu CINTA.

Penulis disini bukan sebagai orang yang sangat bahkan mendalami apa itu cinta. Akan tetapi, penulis ingin memberikan pesan dan kesan penulis tentang hal yang akan selalu mengiringi perjalanan hidup ini.

Cinta itu bagaikan anak panah yang siap menancap pada sasaran yang tepat. Nah, pertanyaannya Bagaimana caranya agar anak panah tepat pada sasarannya? Ini bukan bukan persoalan katakan cinta atau pendam cinta. Banyak orang beranggapan saat kita merasakan rasa CINTA, solusinya ungkapkan saja. Apakah ini benar? Penulis tidak ingin menjawab pertanyaan ini. Penulis ingin memberikan analogi dan contoh yang penulis dapatkan dalam pejalanan dan lingkungan penulis.

“Cinta bikin semangat belajar, Lho”, pernyataan ini penulis kutip dari salah seorang teman penulis. Wah benar ya, cinta bisa buat kita semangat belajar? Suatu ketika penulis mendapatkan seorang teman penulis sedang murung, cemberut dan jutek di kelas. Penulis jadi penasaran kenapa orang serajin dia bisa kayak gitu ya. Akhirnya , Penulis tau ternyata sia sedang bertengkar dengan “pacarnya”. Bertengkar aja efeknya bisa segitu banyaknya , apalagi putus ya. 

Penulis juga punya cerita, ada si A yang pacaran sama si B. kalau dibilang solid jangan ditanya. Dimana ada si A pasti ada si B. Namun seiring berjalannya waktu, saat sampai dijenjang kehidupan selanjutnya. Ternyata si A dan si B tidak pasangan yang dipersatukan dalam sebuah pernikahan. Jadi, buat apa cinta yang selama ini kita berikan, kita korbankan, kita habiskan dan sebagainya dengan orang yang tidak akan menjadi pasangan hidup kita kelak. Apakah cinta kita masih suci? atau cinta kita telah tidak original lagi?

Cinta sebelum waktunya itu bikin pusing. Pusing? yaahh,banyak penulis dapatkan teman-teman penulis yang “pacaran” banyak pikiran. Pikirin kado apa yang tepat saat si Dia Ultah, pikirin keadaan si dia tiap hari, pikirin makan dan banyak hal lagi. Padahal belum saatnya mereka berpikiran seperti itu.

Cinta itu bagaikan sebuah KADO. kok kado sih? Karena saat kita menetapkan hati, saat itu kita dinilai sepenuh apa yang kita berikan padanya. Penulis analogikan dengan sebuah gelas yang berisi air putih. Saat air dalam gelas diberikan pada satu orang maka orang tersebut akan lepas dahaganya dari kehausan. Namun saat air tadi diberikan pada dua, tiga ,empat atau sepuluh orang apakah orang-orang tersebut berlaku sama dengan satu orang saja? Tidak khan.

Kenapa sih kita haru menunggu? Karena Allah lah yang punya jawaban atas semua permasalahan hidup kita. Allah yang tau siapa yang akan mendampingi kita kelak, Maka dari itu bersabarlah dalam kebenaran untuk Cinta yang berkah dan rahamatullah. 

Nikmat yang tak boleh di sia-siakan

“Ada dua nikmat yang membuat manusia terlena dengan kehidupan yaitu nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang”

nikmat waktu luang,

saat kita sedang longgar maka isilah detik demi detik kita dengan kegiatan yang bermanfaat. karna sesungguhnya kewajiban kita lebih banya daripada waktu yang tersedia.

nikmat kesehatan,

ini adalah nkmat yang tidak diduga-duga kepergiannya. saat kita di nenung rasa sakit, saat itu kita sadar bahwa menjaga kesehatan itu penting. Akan tetapi, saat kita sedang sehat, semua kita kerjakan tanpa peduli akan kesehatan diri sendiri