Forum 2 JLD : 2 Jam Lebih Dekat dengan Teh Shally Pristine, Penerima Beasiswa Chevening

Malam ini ada Forum 2 JLD lewat WA (Whatsapp) EBand, maklum ini adalah salah satu forum inspirasi, 2 JLD yakni 2 Jam Lebih Dekat. JDL kali ini dengan GS (Guest Star) adalah Teh Shally. Teh Shally Pristine merupakan Etos Bandung angkatan 2004 , Arsitektur ITB 2004. Beliau sangat inspiratif. Lulus dari Arsitektur ITB, Beliau melanjutkan karir sebagai jurnalis di Republika tahun 2009-20011 bagian advokasi kebijakan pemerintah karena ketertarikan dan passion beliau di Pemetaaan Kesejahteraan Rakyat. Karena ingin mencari pengalaman jadi Pengajar Muda di Indonesia Mengajar , Beliau resign dari Republika.

Pada Tahun 2011-2012, di Indonesia Mengajar , Beliau ditempatkan di Bima, NTB sampai akhirnya bergabung di Tim Indonesia Mengajar pusat untuk mengelola konsep program IM. Kemudian sempat jadi koordinator Kampanye Indonesia Mengajar selama 2.5 .Lalu menjadi Deputi Manajer untuk Pengelolaan Pengajar Muda yang menangani rekrutmen sampai penugasan. Sekilas perkenalan diri dari Beliau.

Di inggris melalui Beasiswa Chevening , beliau akan melajutkan master program , MSc, di bidang Sosial Development Practice di University College London (UCL). Ternyata ketertarikan beliau pada pembangunan sosial ini sudah terpupuk sejak awal , dan ditambah lagi dengan pengalaman bergabung di IM (Indonesia Mengajar). Selama bergabung di IM beliau memperoleh bayak gambaran soal pemerataan pembangunan hingga desain program pengembangan. Nah , inilah yang akan beliau usung dalam penelitian S2 di UCL nanti yakni soal kurangnya pelibatan publik dalam usaha membangun Indonesia.

Lanjut lagi, ternyata sebelum menjadi Penerima Beasiswa Chevening , beliau pernah gagal LPDP 2 kali dan Chevening 2 kali dan pada percobaan ketiga , akhirnya beliau berhasil menjadi penerima Beasiswa Chevening. Memang pengalaman yang luar biasa. Salut dengan kegigihan dan pantang menyerah dari beliau. Pesan dari beliau waktu menerima fakta kegagalan adalah beliau mendapatkan fase dimana dapat merekonstruksi definisi dari kuliah ke luar negri sebagai MEANS bukan GOAL. Karna sejatinya tujuan akhir hidup ini adalah menjadi orang yang bermanfaat buat sesama, kuliah keluar adalah salah satu jalannya saja. So Meaningful !!!

Berbagi pengalaman di IM (Indonesia Mengajar).

Beliau ditempatkan disebuah dusun gersang di kaki Gunung Tambora yang merupakan program Transmigrasi dari Pemerintah. Faktanya disana tidak ada listrik dan sinyal telpon. Air pun diminum mentah dari sungai. Untuk sampai didesa dari ibu kota kabupaten, beliau harus naik truk barang dengan jarang 180an KM, dengan 10 jam perjalanan. Dari segi pendidikan , kesehatan , dan kesejahteraan di sana jauh dari kata cukup.

Pengajar Muda adalah putra-putri terpilih yang dapat amanat buat menggerakkan komunitas di SD dan desa tempat dia bertugas untuk memajukan pendidikan. Karna realitanya banyak hal yang harus diperbaiki bersama mulai dari orang tua yang tidak peduli bahwa peran mereka sebagai pedidik dirumah, anak-anak yang tidak sekolah, dan banyak hal fundamental lainnya. Peran pengajar muda adalah mengajak semua orang harus terlibat sebagai penggerak pendidikan. Pengalaman beliau mulai dari datang ke rumah orang tua murid untuk menjelaskan bahwa harus memperhatikan pendidikan anak, mengajak guru-guru agar rajin mengajar,  mengajak Kepsek untuk mengikutkan murid dalam lomba, mengajak orang kecamatan untuk lebih getol mengawasi Kepsek dan banyak hal lainnya yang perlu dibenahi.

Nah untuk pembekalan Pengajar Muda sendiri, nantinya Pengajar Muda akan dibekali dan dipersiapkan pas pelatihan intensif sebelum keberangkatan.

Pesan Teh Shally,

Kalau mau lanjut sekolah lagi dan ilmunya terapan , sebaiknya mencari pengalaman dulu. Karena pas kuliah bakal banyak diskusi soal pengalaman dibidang sebelumnya. Pengalaman bekerja terlebih dahulu bagus untuk mendewasakan diri, melatih etika profesional, sama membiasakan untuk bekerja dalam organisasi formal.

Carilah tempat bekerja yang mendukung pengembangan diri pekerjanya.

Terkait dengan bahasa inggris, ada banyak cara untuk meningkatkan kemampuan yang satu ini. Yang pasti crash course aja tidak akan mampu mengubah nilai mendadak menjadi bagus. Semua hasil kerja keras yang dirintis panjang dan tidak ada jalan kilat untuk itu. Pengalaman beliau , waktu daftar LPDP , IELTS dengan skor 7.5 , namun tidak menjamin lolos. Dan tahun ini tes lagi, mendapatkan skot 8.0, skor yang tak pernah beliau duga dapatkan sebelumnya. So Awesome !!!

Sekian hasil percakapan lewat Forum 2 JLD dengan Teh Shally, banyak hal yang dapat dipelajari dari orang-orang inspiratif seperti beliau , senang bisa diskusi (meski ngk secara langsung) dengan beliau. Terus berjuang, belajar, dan berkarya.

Semoga kita bisa selalu bervisi memberi kebermanfaatan pada sekitar dan bergerak membangun Bangsa Indonesia.

Ditunggu, JLD-JDL Inspiratif berikunya.

Yudi Pratama

10 Agustus 2015

Advertisements

2 thoughts on “Forum 2 JLD : 2 Jam Lebih Dekat dengan Teh Shally Pristine, Penerima Beasiswa Chevening”

  1. Wah saya merasa tersanjung sekali sampai ada yang menuliskan blog post dari obrolan singkat di grup EBand. Alhamdulillah kalau yang saya sampaikan bisa jadi pelajaran yang bermanfaat. Mohon doanya semoga studi saya juga lancar dan bisa jadi manfaat buat Indonesia ketika nanti kembali. Salam. 🙂

    1. sama2 teh , smnga bisa selalu menginspirasi dan bermanfaat untuk orang byak teh, makasih motivasi nya teh. Aamiin. Mhon doanya juga teh .Smga saya bisa lanjut studi master di eropa, tepatnya ETH Zurich, aamiin. Maksih sekali lagi teh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s