Resume MBC Day 10

Pada MBC day 10 kali ini , kita dikumpulkan basement Labek VIII. Kami datang pukul 13.44 dengan total kuorum fisik yang hadir pada MBC day 10 adalah 169. Pada MBC day 10 ini kami masih belum bisa mencapai kuorum 210 yang dijanjikan. Akhirnya kami diberi konsekuensi dengan membuat alasan kami tidak dapat memenuhi kuorum di blog angkatan dibagian tentang kami. Kami harus menyebarkan link dimedia social yang kami miliki. Para seniro dan senorita ingin kita selalu dan tetap bersemangat dalam menjalani Day-day MBC ini.

Setelah apel pagi, peserta MBC mendapat materi mengenai Palapa. Palapa merupakan proyek pembangkit listrik tenaga air yang diprakarsai oleh mahasiswa Teknik Elektro ITB angkatan 2005. Palapa ini memiliki filosofi sebagai janji dari Mahapatih Gadjah Mada yang berkeinginan menyatukan nusantara serta nama bagi satelit pertama Indonesia.

Proyek pertama Palapa bernama Palapa Jaya yang merupakan proyek peserta MBC angkatan 2005 yang mulai digagas pada tahun 2006. Proyek ini dilaksanakan di Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut. Teknologi yang digunakan adalah pembangkit listrik pikohidro dengan daya yang dihasilkan sekitar 5 kW. Proyek ini direalisasikan pada tahun 2007 dan diresmikan pada tahun 2008. Proyek Palapa yang pertama ini mengundang perhatian banyak pihak sehingga memiliki sponsor yang banyak bahkan sampai disiarkan di sebuah acara di sebuah televisi swasta.

Proyek kedua Palapa (Palapa II) dilaksanakan di Desa Mekarwangi, Kabupaten Garut. Proyek ini dimulai dengan suevey pada tahun 2008, dilanjutkan dengan pengerjaan di tahun 2009 hingga selesai pada April 2010. Teknologi yang digunakan adalah pembangkit listrik tenaga surya 10 x 100 Wp. Proyek ini diketuai oleh Ramadhani Wahono.

Proyek ketiga Palapa (Palapa III) dilaksanakan di desa yang sama dengan tempat tujuan Palapa II. Proyek ini dimulai dengan survey pada Agustus 2011. Teknologi yang digunakan pada proyek ini adalahmaintenance PLTS yang merupakan proyek Palapa II dengan melakukan penggantian baterai. Pada Palapa III lebih diutamakan kegiatan sosial seperti rumah belajar Palapa III, pembangunan peternakan domba, serta peternakan ikan lele. Proyek Palapa III diketuai oleh M. Fariz.

Kegiatan lain yang dilaksanakan oleh HME antara lain:

–            Road to Palapa 4

–            Training comdev dan pelatihan

–            Camping

–            Simulasi livein

–            Kunjungan ke Ibeka

–            KKN Tematik ITB

–            Ekspedisi Pelita Muda

–            Gebrak Indonesia

–            Wae Rebo Power.

 

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai Community DevelopmentCommunity Developmentatau yang disingkat Com-Dev merupakan serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Bedanya dengan Community Service adalah Com-Dev bersifat berkelanjutan sedangkan Community Service bersifat eventual. Urutan tahapan yang dilakukan dalam Com-Dev adalah sebagai berikut:

–            Identifikasi sosial

–            Identifikasi program

–            Penilaian program

–            Aplikasi program

–            Monitoring dan evaluasi

–            Audit sosial

–            Masukan bagi komoditas dan program selanjutnya

peserta mendapatkan materi singkat mengenai Problem Solving yang disampaikan oleh Bandito Alan Yudhautama.

Dalam memecahkan masalah, sebagian besar orang akan mencari gambaran besar dari masalah itu kemudian menemukan framework dan melakukan penyelesaian. Misalnya, ketika kita menyelesaikan sebuah permainan puzzle kita biasa memahami gambar yang akan disusun. Kemudian kita mencari potongan-potongan bagian pinggir barulah menyusun bagian tengahnya. Pola umum penyelesaian masalah adalah mengidentifikasi masalah, menganalisa, membuat strategi, dan mengeksekusi solusi. Sedangkan framework yang biasa digunakan adalah

DSPA yang merupakan singkatan dari Define the Problem (D), Structure the Problem (S), Prioritize Issues (P), dan Action Plan(A).

+Pendefinisian masalah (D) masalah harus didefinisikan dengan SMART (specific,measurable, actionable, realistic, dan time bond).

+Membuat struktur masalah (S), bisa digunakan Issue Tree yang merupakan solusi-solusi yang terbagi dalam bagan mulai dari yang umum hingga solusi yang spesifik.

+Prioritas solusi (P) bisa digunakan Impact-Effort Matrix yang merupakan matriks yang membagi solusi berdasarkan usaha yang dikeluarkan (effort) berbanding dengan dampak yang dihasilkan (impact) mulai dari yang rendah hingga yang tinggi

+Action Plan(A)solusi direalisasikan sesuai urutan skala prioritas.

Tugas mengenai proyek angkatan yang berupa kegiatan Community Service yang bertujuan merealisasikan solusi dari masalah yang ada di sekitar kita. Proyek angkatan ini harus mencapai realisasi maksimal 2 bulan terhitung mulai 24 Juli 2013 dengan penanggung jawabnya adalah Juniro Andas. Selain tugas proyek angkatan, buku lintas angkatan juga dilanjutkan kembali terutama bagi mereka yang belum mencapai jumlah yang telah disepakati ditambah 2 orang bandito atau maharani.

Esensi yang didapatkan pada MBC day 10 ini adalah kita pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan social terhadap masyarakat yang dilakukan oleh HME ITB. Kita juga mendapatkan ilmu tentang Problem Solving. Dan kita juga mendapatkan proyek angkatan berupa Community Service

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s