Inspirasi Dikala Pembuatan Visa

Rabu 19 Agustus 2015. Hari ini, Saya dan seorang sahabat di Elektro yang mengikuti Exchange Program yang sama ke Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) namanya Gesi menjadwalkan untuk mengurus Visa keberangkatan kami ke Negri Sakura. Berangkat dari Bandung menuju Embassy of Japan in Indonesia , located at  Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta Pusat. Kalau mau tau lebih lengkap silahkan kunjungi Web Embassy of Japan disini . Pada bagian kanan atas web terpapar dengan jelas alamat lengkap Embassy of Japan.

Singkat cerita, Kami pesan travel menuju jakarta pusat pagi banget karna berdasarkan jadwal kerja di Embassy of Japan , pengajuan visa dilaksanakan pada pukul 08.30 am – 12.00 am. Nah, karena sama kita ketahui bahwa kemungkinan besar jalan jakarta bandung macet maka dari itu kami pesan travel pagi banget dengan keberangktan 05.00 am.

Berhubung pada postingan kali ini saya mau menceritakan inspirasi yang saya dapatkan saat mengurus Visa tadi, jadi mengenai prosedure pengurusan Visa Jepang saya tulis di postingan yang lain ya, hehe.

Nah begini ceritanya, saat menunggu nomor antrian di loket penyerahan berkas visa (saya nomor antrian 74 dan gesi nomor antrian 75). Tiba-tiba ada seseorang pria yang bertanya ,

Pria : “Saya merasa pernah melihat kalian di ITB, Kalian dari ITB ya?”

Gesi : “Iya kak, Kita dari ITB, kakak dari ITB juga?”

Pria : “Iya”

Saya , Gesi : “Wah salam kenal, kaka” (sambil berjabat tangan dan ternyata namanya kak marcel satria, dipanggil marcel)

Saya : “Kak, dari jurusan apa kak?”

Pria ==> kak marcel

Kak marcel : “saya teknik elektro ITB 2010”

Saya : “Wah , satu jurusan kak kita”

Ternyata kak marcel alumni ITB angkatan 2010 , beliau juga lagi ngurus Visa keberangkatannya ke Jepang. Dan dia ke jepang untuk melanjutkan Studi S2nya di Toyo Tech , atau Tokyo Institute of Technology, atau juga bisa disebut Tokodai. Wah ngeri pisan ternyata kak marcel. Seperti biasa saya langsung penasaran bagaimana perjalanan Studinya bisa mencapai Kampus Kelas Dunia seperti Tokodai.

Sembari menunggu namanya dipanggil, aku banyak bertanya-tanya tentang pengalamannya. Ternyata kak marcel pernah ikut Exchange Student Program ke KIT (Komoh National Institute of Technolgy) di Korea selama satu semester. Waktu itu ada 3 orang mahasiswa elektro ITB yang join Exchange Program ke KIT. Wah pas banget, aku juga tertarik join KIT Exchange Student Program. Jadi banyak banyak sharing-sharing tetang pengalamannya sampai ke KIT dan hidup di Korea.

Lanjut S2 di Tokodai, kak marcel mendapatkan Beasiswa Monbukagakusho dari pemerintah jepang. Kalau ada yang belum tau mengenai beasiswa ini , bisa cek di sini. Disana terpapar jelas tentang Beasiwa Monbukagakusho.Di Tokyo Tech, kak marcel mengabil keahlian di Computer Engineering, wah pas banget saya juga punya ketertarikan pada bidan ini. Katanya , untuk masuk Tokodai, ada dua jalu agar bisa mendapatkan Beasiswa Monbukagakusho yakni G2G (Goverment to Goverment) dan U2U (University to University). Kak Marcel masuk Tokodai melalui jalur U2U (University to University), dia dapat rekomendasi dari Dosen Pembimbinganya, yakni Pak Trio Adiono yang merupakan tamatan Tokodai juga. yang penasaran bisa lihat profile pak trio disini .

Beruntung bisa mendapatkan motivasi baru dari proses pengurusan Visa ke Jepang kali ini, tak disangka-sangka bisa bertemu, berkenalan, dan bercerita dengan kak marcel , Teknik Elektro 2010. Karna sejatinya hidup ini adalah proses yang harus ditempuh dan dilalui dengan dasar untuk memperoleh ridhoNya. Dengan banyak belajar dari orang-orang hebat maka sejatinya kita telah mengambil poin-poin penting dari kehidupan ini. Maka kembagkan dan terapkan poin-poin yang baik agar hidup lebih bermakna dan bermanfaat.

Sekian rangkaian cerita dikala pembuatan Visa Jepang saya. Semoga bisa menginspirasi . Terimakasih kak marcel atas sharing dan cerita-ceritanya yang sangat Inspiratif. Semoga bisa bertemu di Jepang.

19 agustus 2015

Yudi Pratama

Advertisements

Forum 2 JLD : 2 Jam Lebih Dekat dengan Teh Shally Pristine, Penerima Beasiswa Chevening

Malam ini ada Forum 2 JLD lewat WA (Whatsapp) EBand, maklum ini adalah salah satu forum inspirasi, 2 JLD yakni 2 Jam Lebih Dekat. JDL kali ini dengan GS (Guest Star) adalah Teh Shally. Teh Shally Pristine merupakan Etos Bandung angkatan 2004 , Arsitektur ITB 2004. Beliau sangat inspiratif. Lulus dari Arsitektur ITB, Beliau melanjutkan karir sebagai jurnalis di Republika tahun 2009-20011 bagian advokasi kebijakan pemerintah karena ketertarikan dan passion beliau di Pemetaaan Kesejahteraan Rakyat. Karena ingin mencari pengalaman jadi Pengajar Muda di Indonesia Mengajar , Beliau resign dari Republika.

Pada Tahun 2011-2012, di Indonesia Mengajar , Beliau ditempatkan di Bima, NTB sampai akhirnya bergabung di Tim Indonesia Mengajar pusat untuk mengelola konsep program IM. Kemudian sempat jadi koordinator Kampanye Indonesia Mengajar selama 2.5 .Lalu menjadi Deputi Manajer untuk Pengelolaan Pengajar Muda yang menangani rekrutmen sampai penugasan. Sekilas perkenalan diri dari Beliau.

Di inggris melalui Beasiswa Chevening , beliau akan melajutkan master program , MSc, di bidang Sosial Development Practice di University College London (UCL). Ternyata ketertarikan beliau pada pembangunan sosial ini sudah terpupuk sejak awal , dan ditambah lagi dengan pengalaman bergabung di IM (Indonesia Mengajar). Selama bergabung di IM beliau memperoleh bayak gambaran soal pemerataan pembangunan hingga desain program pengembangan. Nah , inilah yang akan beliau usung dalam penelitian S2 di UCL nanti yakni soal kurangnya pelibatan publik dalam usaha membangun Indonesia.

Lanjut lagi, ternyata sebelum menjadi Penerima Beasiswa Chevening , beliau pernah gagal LPDP 2 kali dan Chevening 2 kali dan pada percobaan ketiga , akhirnya beliau berhasil menjadi penerima Beasiswa Chevening. Memang pengalaman yang luar biasa. Salut dengan kegigihan dan pantang menyerah dari beliau. Pesan dari beliau waktu menerima fakta kegagalan adalah beliau mendapatkan fase dimana dapat merekonstruksi definisi dari kuliah ke luar negri sebagai MEANS bukan GOAL. Karna sejatinya tujuan akhir hidup ini adalah menjadi orang yang bermanfaat buat sesama, kuliah keluar adalah salah satu jalannya saja. So Meaningful !!!

Berbagi pengalaman di IM (Indonesia Mengajar).

Beliau ditempatkan disebuah dusun gersang di kaki Gunung Tambora yang merupakan program Transmigrasi dari Pemerintah. Faktanya disana tidak ada listrik dan sinyal telpon. Air pun diminum mentah dari sungai. Untuk sampai didesa dari ibu kota kabupaten, beliau harus naik truk barang dengan jarang 180an KM, dengan 10 jam perjalanan. Dari segi pendidikan , kesehatan , dan kesejahteraan di sana jauh dari kata cukup.

Pengajar Muda adalah putra-putri terpilih yang dapat amanat buat menggerakkan komunitas di SD dan desa tempat dia bertugas untuk memajukan pendidikan. Karna realitanya banyak hal yang harus diperbaiki bersama mulai dari orang tua yang tidak peduli bahwa peran mereka sebagai pedidik dirumah, anak-anak yang tidak sekolah, dan banyak hal fundamental lainnya. Peran pengajar muda adalah mengajak semua orang harus terlibat sebagai penggerak pendidikan. Pengalaman beliau mulai dari datang ke rumah orang tua murid untuk menjelaskan bahwa harus memperhatikan pendidikan anak, mengajak guru-guru agar rajin mengajar,  mengajak Kepsek untuk mengikutkan murid dalam lomba, mengajak orang kecamatan untuk lebih getol mengawasi Kepsek dan banyak hal lainnya yang perlu dibenahi.

Nah untuk pembekalan Pengajar Muda sendiri, nantinya Pengajar Muda akan dibekali dan dipersiapkan pas pelatihan intensif sebelum keberangkatan.

Pesan Teh Shally,

Kalau mau lanjut sekolah lagi dan ilmunya terapan , sebaiknya mencari pengalaman dulu. Karena pas kuliah bakal banyak diskusi soal pengalaman dibidang sebelumnya. Pengalaman bekerja terlebih dahulu bagus untuk mendewasakan diri, melatih etika profesional, sama membiasakan untuk bekerja dalam organisasi formal.

Carilah tempat bekerja yang mendukung pengembangan diri pekerjanya.

Terkait dengan bahasa inggris, ada banyak cara untuk meningkatkan kemampuan yang satu ini. Yang pasti crash course aja tidak akan mampu mengubah nilai mendadak menjadi bagus. Semua hasil kerja keras yang dirintis panjang dan tidak ada jalan kilat untuk itu. Pengalaman beliau , waktu daftar LPDP , IELTS dengan skor 7.5 , namun tidak menjamin lolos. Dan tahun ini tes lagi, mendapatkan skot 8.0, skor yang tak pernah beliau duga dapatkan sebelumnya. So Awesome !!!

Sekian hasil percakapan lewat Forum 2 JLD dengan Teh Shally, banyak hal yang dapat dipelajari dari orang-orang inspiratif seperti beliau , senang bisa diskusi (meski ngk secara langsung) dengan beliau. Terus berjuang, belajar, dan berkarya.

Semoga kita bisa selalu bervisi memberi kebermanfaatan pada sekitar dan bergerak membangun Bangsa Indonesia.

Ditunggu, JLD-JDL Inspiratif berikunya.

Yudi Pratama

10 Agustus 2015

Memulai dan Belajar Istiqomah

Selamat malam para pembaca yang budiman,

Sebelumnya saya ingin memulai kebiasaan baru lagi yang yaitu Nge-Blog. Sejujurnya blog ini sudah lama didirikan (Asseekk), namun tidak banyak postingan yang berkualitas dan berkelanjutan dari blog yang saya dirikan sendiri ini.

Awalnya niat untuk mendirikan blog ini adalah belajar menjadi penulis. Wow, Kenapa Penulis? Setelah melalui petualangan yang cukup panjang dari membaca buku , artikel sampai apapun yang bisa dibaca, mendengar dari mendengar cerita para dosen dan Guru inspiratif, orang-orang sukses (efek dari rajin ikutan seminar), berbagi cerita dengan kawan-kawan sejawat yang enak diajak diskusi dan berbagi mimpi. Saya mendapat kesimpulan bahwa Kemampuan Menulis memang sangat dibutuhkan.

Beranjak dari sana , saya memulai pertualangan dengan banyak membaca tulisan baik blog, buku, artikel, makalah, dan berbagai bentuk tulisan lainnya. Berharap dengan banyak membaca hal yang baru dapat menumbuhkan Kemampuan Menulis saya.

Setelah membaca , saya menemukan hal yang lebih mulai dari ilmu baru, inspirasi, motivasi, komunitas, dan info-info terbarukan. Berharap dengan menulis bisa berbagi banyak hal seperti yang saya dapatkan saat membaca tulisan orang lain.

Belajar istiqomah bukan hal yang mudah. Dalam sebuah riwayat , saat kita melakukan suatu kebaikkan dalam keistiqomahan maka apabila kita berhalangan sekali dalam melakukannya karena suatu hal yang urgen maka amalan kita akan tetap mengalir akibat keistiqomahan dalam kebaikan tersebut.

keep-calm-and-istiqomah

sumber : http://www.google.com

Perlu pembiasaan ekstra dalam belajar istiqomah sampai menulis menjadi suatu Kebiasaan.

Maaf, tulisan pemula dalam menulis postingan ini sangat kaku. Maklum masih belajar dan terus belajar. Karna belajar adalah proses pembiasaan diri terhadap hal yang baru, sebelum sampai ke level kebiasaan.

Yudi Pratama

08 Agustus 2015

Break The Limitation

Salah satu gembok terbesar yang membuat seseorang gagal adalah membatasi diri. Ya, membatasi diri bukan berarti orang yang memiliki keterbatasan secara finansial dan bentuk keterbatasan yang lainnya bisa digeneralisasi sebagai orang yang membatasi diri. Membatasi diri disini adalah bentuk tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk menjauh dari lingkungan ketika dia merasa bahwa dirinya tidak mampu berbuat dan melakukan perubahan atau sesuatu yang berarti. Prinsip inilah yang sejatinya banyak menghancurkan pola pikir orang-orang yang memiliki keterbatasan seperti keterbatasan fisik, mental, atupun finansial. Begitu juga dengan prinsip orang-orang yang sukses, mereka akan selalu berusah , bertindak, dan berubah dengan cepat saat merekan berada dalam keterbatasan tersebut. Banyak fakta yang membuktikan bahwa orang sukses itu adalah orang yang mampu memutar otak dan pemikiran orang-orang disekelilingnya. Mereka berusaha mencari dan menemukan apa passion terbaik buat mereka

.Bre

Keterbatasan dan Cita-cita

Banyak orang yang menjalani hidup namun tidak punya cita-cita yang jelas. Apakah ini salah ? Iya, ini salah besar. Kalau kita hidup tanpa cita-cita pasti hidup ini terasa hampa , kosong, dan tidak jelas. Cita-cita itu ibarat wadah dalam kehidupan , berapa banyak air yang akan diisikan dan berbentuk apa wadah kita akan tergantung dengan cita-cita apa yang kita bawa dalam menaungi kehidupan ini. Seperti kata mutira yang disampaikan oleh Kahlil Gibran :

“Apabila engkau bekerja sungguh-sungguh, berarti engkai memenuhi sebagian cita-cita itu yang pada hakikatnya engkau mencintai kehidupan”

Keseungguhan adalah cerminana dari cita-cita yang kita punya. Banyak orang yang tidak sungguh-sungguh menjalani kehidupan karena tidak punya cita-cita yang jelas. Mulailah dengan sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan maka ketebatasan bukan jadi masalah besar bagi kita. Karena cita-cita adalah kunci untuk menaklukkan dunia.

Kuliah , Cara yang Tepat Untuk Mengeksplorasi Diri

Kuliah adalah salah satu jalan bahwa kita ingin bebes dari keterbatasan yang kita miliki. Saat kita sadar bahwa pendidikan dan ilmu adalah suatu mutiara yang sangat penting dalam menjalani kehidupan ini. Karena itu , di masa kuliah , penulis manfaatkan untuk mengeksplorasi kemampuan , minat , dan bakat. Sekarang , penulis aktfi dan tergabung sebagai salah satu Tim Robotika di Institut Teknologi Bandung. Disini, penulis mendapat banyak pengalaman mulai dari pengalaman berorganisasi , manajemen team, , membuat karya dibidang robotika, sampai berkompetisi di tingkat nasional dalam Kontes Robot Indonesia yang diadakan oleh DIKTI. Saat kuliah pun, penulis juga sering mengajar les baik privat maupun group untuk siswa SMP, SMA bahkan mahasiswa tahun pertama. Disini, penulis belajar untuk mencari uang dengan keringat sendiri yang mana itu tidak gampang dan sederhana ternyata.

Keterbatasan tidak akan menghalangi kita dalam meraih cita-cita. Karena keyakinana dan tekad yang kuatlah yang akan membawa kita untuk break the limitation. Penulis selalu dinasehati oleh orang tua bahwa setiap usaha, kerjakeras, dan doa yang kita hanturkan kepada Nya akan mendatangkan hasil yang terbaik untuk kita. Karena Allah tidak pernah bohong dengan janji Nya. Dalam friman Nya :

“Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”(Al-Qashash: 13)

Ya , terkadang kita lupa bahwa semua ini telah ada yang mengatur. Usaha dan kerja keras harus disinkronisasikan dengan kedekatan kita pada Sang Pencipta, Allah swt. Karena sejatinya kita hidup didunia ini hanya untuk mencari ridho Nya. Dalam firma Nya :

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah kepadaku.”  (QS Adz Zariyat : 56)

Dengan meniatkan setiap usaha dan kerja keras yang kita lakukan untuk Allah, ridho Nya akan senantiasa merahmati setiap detik waktu yang kita lalui.

Akhir yang Berarti

Penulis ingin megingatkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin saat usaha dan ridhoNya menyertai waktu kita. Dalam petatah minangkabau, tanah kelahiran dan suku penulis , “Panakiak pisau sirauik, ambiak galah batang lintabuang, silodang ambiak kaniru, satitiak jadikan lauik, nan sakapak jadikan gunuang, alam takambang jadi guru”. Penulis berpesan jadikanlah ilmu senjata diri dan carilah ilmu dari sekeliling dan jelajahilah ensiklopedia ilmu sejauh dan setinggi mungkin.

Sekian Terimakasih, Semoga Menginspirasi dan Memotivasi .

For Sharing, Telling, Arguing, Informing To Others

%d bloggers like this: